PANDEGLANG | Literasipublik.id
Pelaksanaan rehabilitasi ruas jalan Sodong-Kadu Bera senilai Rp 3,8 Milyar lebih disoal oleh ormas Badak Banten Perjuangan DPC Kabupaten Pandeglang. Pasalnya, kegiatan normalisasi badan jalan yang sedang dilaksanakan menggunakan material yang asal-asalan.
Sebagaimana yang diungkapkan Cecep Sekum Badak Banten Perjuangan DPC Kabupaten Pandeglang. Ia mengatakan, saat dirinya memantau langsung ke lokasi terlihat normalisasi badan jalan menggunakan bongkahan batu bulat yang ditutup dengan tanah.
"Terlihat normalisasi pekerjaan itu dari bongkahan batu bulat bercampur tanah, dan apakah hal ini bisa dianggap sesuai dengan perencanaanya,"ujar Cecep Selasa 01/07/2025.
Menurut Cecep dengan anggaran sebesar ini pengerjaan rebilitasi jalan tersebut harus dipantau terus oleh masyarakat, karena dari awalnya saja sudah dibuat asal-asalan. Hal ini mencerminkan bahwa pihak pelaksana bekerja tidak profesional.
"Dengan anggaran sebesar ini masyarakat tentunya harus memantau, karena jika proses pengerjaannya tidak maksimal, akan berdampak terhadap kualitas pekerjaan yang buruk dan cepat rusak." ucap Cecep.
Selain itu kata Cecep, Saya juga mempertanyakan perihal papan informasi yang tidak memampang informasi safety K3 nya. Bahkan diperhatikan lalu lalang kendaraan roda 4 banyak yang balik kanan karena tidak ada sama sekali penunjuk arah yang membantu pengendara melintas. Ini menguatkan bahwa pelaksana abai pula terhadap rekayasa lalu lintasnya.
"Jelas ketika sebuah pekerjaan jalan sedang dilaksanakan akan berdampak pada lalu lintas, harusnya pihak kontraktor membuat penunjuk arah kemana jalan alternatif, karena pengguna jalan tidak hanya dari wilayah kadu bera, kebanyakan pengguna jalan tidak mengetahui kalau sedang ada pelaksanaan pekerjaan. Terpantau banyak pengguna jalan terutama kendaraan roda empat yang terpaksa balik arah karena tidak ada rambu penunjuk informasi jalan alternatif,"jalas Cecep.
"Di lokasi Juga pihak pelaksana tidak memampang papan informasi safety K3, hal ini sangat disayangkan dan saya ragu dengan keprofesionalan kontraktor pelaksana, karena hal kecil seperti itupun tidak dipatuhi,"ungkap Cecep.
( L.P/Red )


Social Footer