Breaking News

Pasien Rujukan ke RSUD Labuan Meninggal Dunia di Perjalanan, Puskesmas Cikeudal Diduga Bungkam


PANDEGLANG | literasipublik.id
Seorang pasien rujukan dari Puskesmas Cikeudal dilaporkan meninggal dunia saat dalam perjalanan menuju RSUD Labuan.

Peristiwa ini memicu sorotan publik, terlebih setelah pihak Puskesmas Cikeudal diduga memilih bungkam dan enggan memberikan keterangan resmi terkait kejadian tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pasien dirujuk ke RSUD Labuan karena kondisi kesehatannya yang membutuhkan penanganan lanjutan. Namun nahas, sebelum tiba di rumah sakit tujuan, pasien dinyatakan meninggal dunia di tengah perjalanan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan terbuka dari pihak Puskesmas Cikeudal mengenai prosedur rujukan yang dilakukan, kondisi pasien sebelum diberangkatkan, maupun fasilitas medis yang menyertai proses rujukan tersebut. Hingga upaya konfirmasi yang dilakukan oleh wartawan kepada pihak puskesmas belum membuahkan hasil.

Sikap tertutup ini menimbulkan tanda tanya di tengah masyarakat. Sejumlah pihak menilai, keterbukaan informasi sangat diperlukan untuk memastikan apakah proses rujukan telah sesuai dengan standar pelayanan kesehatan atau terdapat unsur kelalaian.

“Kalau memang sudah sesuai prosedur, seharusnya tidak ada yang ditutup-tutupi. Ini menyangkut nyawa manusia." Ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya. Senin (26/1/2026).

Kasus ini pun mendapat perhatian dari berbagai kalangan, termasuk pemerhati kesehatan dan aktivis pelayanan publik, yang mendorong Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang untuk turun tangan dan melakukan evaluasi menyeluruh.

Sementara itu, Kepala Puskesmas, Kepala Subbagian Tata Usaha, dan petugas humas ketika hendak dikonfirmasi tidak berada di tempat.

‎“Kapus, Kasubag, dan humas sedang tidak ada karena mengikuti rapat awal tahun di dinas." Ujar Bidan Neng Fitri saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (26/1/2026).

Tak hanya itu ‎Upaya konfirmasi juga terus dilakukan kepada bidan yang diketahui menangani pasien tersebut. Namun sayangnya, upaya itu tetap tidak membuahkan hasil. Karena saat dihubungi melalui telepon seluler, yang bersangkutan sempat mengangkat panggilan, namun sambungan terputus setelah awak media memperkenalkan identitas dan maksud konfirmasi. Panggilan lanjutan pun tak mendapat respons.

Masyarakat berharap ada klarifikasi resmi dan transparan dari pihak terkait agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari, serta demi menjaga kepercayaan publik terhadap layanan kesehatan pemerintah.

(LP /Saepul Anwar)

Redaksi Media literasipublik

Redaksi Media literasipublik

Logo LP Versi 2024

Logo LP Versi 2024

Type and hit Enter to search

Close