Organisasi masyarakat Badak Banten Perjuangan mengecam keras dugaan pemecatan sepihak terhadap sejumlah relawan yang bertugas di SPPG Cibeber Cikotok 2. Pemecatan tersebut dinilai tidak melalui mekanisme yang jelas serta tidak disertai penjelasan yang transparan kepada para relawan yang selama ini telah membantu kegiatan operasional di SPPG tersebut. Kamis (26/3/2026).
Ketua Harian Badak Banten Perjuangan, Erot Rohman, mengatakan bahwa pihaknya menerima berbagai laporan dari masyarakat dan relawan terkait adanya tindakan yang dianggap tidak adil serta berpotensi melanggar prinsip keadilan dalam pengelolaan relawan.
Menurutnya, persoalan ini tidak boleh dianggap sepele karena relawan merupakan bagian penting dalam mendukung program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Oleh karena itu, Badak Banten Perjuangan meminta pihak terkait, khususnya Badan Gizi Nasional (BGN), untuk segera turun tangan melakukan evaluasi menyeluruh.
“Kami menilai ada banyak hal yang perlu diklarifikasi dalam pengelolaan SPPG Cibeber Cikotok 2, termasuk soal pemecatan relawan yang dilakukan secara sepihak. Jika tidak ada respons serius dari pihak terkait, kami tidak menutup kemungkinan akan melakukan aksi unjuk rasa di kantor Badan Gizi Nasional sebagai bentuk protes dan tuntutan keadilan." Tegas Erot Rohman.
Ia juga menegaskan bahwa meskipun saat ini muncul rencana pemanggilan kembali terhadap enam relawan yang sebelumnya diberhentikan, hal tersebut bukan berarti persoalan telah selesai.
“Kalaupun sekarang ada rencana pemanggilan kembali terhadap enam relawan itu, bukan berarti persoalan selesai. Justru ini menjadi tanda bahwa ada masalah dalam tata kelola di dalamnya. Harapan saya BGN harus mengetahui bahwa ada dapur yang di dalamnya terdapat dugaan kesewenang-wenangan dalam pengelolaan relawan." Ujar Erot Rohman.
Dalam pernyataannya, Badak Banten Perjuangan menyampaikan beberapa tuntutan kepada Badan Gizi Nasional (BGN), yaitu:
1. Melakukan evaluasi terhadap SPPI karena dinilai tidak mampu menjalankan tugas secara maksimal dalam pengelolaan SPPG.
2. Mendesak BGN untuk melakukan inspeksi mendadak (sidak) serta melakukan pengecekan terhadap IPAL di SPPG Cibeber Cikotok 2 guna memastikan standar pengelolaan limbah telah sesuai dengan ketentuan.
3. Mendesak BGN untuk mengevaluasi operasional SPPG Cibeber Cikotok 2 secara menyeluruh, termasuk aspek manajemen, tata kelola relawan, dan standar operasional yang diterapkan.
Erot Rohman menegaskan bahwa langkah ini dilakukan semata-mata untuk memastikan program yang dijalankan benar-benar berpihak pada kepentingan masyarakat dan berjalan sesuai aturan yang berlaku.
Badak Banten Perjuangan berharap pihak BGN segera merespons persoalan ini secara serius agar tidak menimbulkan polemik berkepanjangan di tengah masyarakat.
“Jika tuntutan ini tidak direspons dengan baik, kami siap menggerakkan massa untuk melakukan aksi unjuk rasa sebagai bentuk kontrol sosial terhadap kebijakan yang kami nilai merugikan masyarakat." Tutupnya.
(LP/Nurjaya Kusuma).

Social Footer