PANDEGLANG | literasipublik.id
Realisasi pelaksanaan program Badan Usaha Milik Desa Majau, Kecamatan Saketi, Kabupaten Pandeglang Banten Tahun Anggaran 2025 dengan nilai mencapai ratusan juta rupiah diduga dijadikan ajang malpraktik pengelolaan bagi BUMDES desa setempat. Selasa (28/04/2026).

Pasalnya, program yang digadang-gadang menjadi penopang ketahanan pangan bagi masyarakat setempat, saat ini tidak menunjukkan tanda-tanda  produktivitas. 
‎Diketahui, BUMDes desa tersebut memiliki program pertanian dengan jenis penanaman bawang merah di area lokasi pesawahan Cimeruh Desa setempat, namun, area lahan yang digunakan untuk penanaman tersebut kini hanya tinggal menyisakan rumput liar yang sangat lebat dengan jaring terpasang diatas yang di topang oleh potongan bambu yang tertancap pada sekelilingnya.
‎Menurut keterangan salah seorang warga masyarakat setempat yang pernah mengikuti kegiatan dalam penanaman dari program tersebut mengungkapkan rasa kecewa, karena bibit bawang merah yang digunakan saat awal penanaman menurutnya memiliki kwalitas buruk.
‎"Saya yang ikut menanam merasa kecewa. karenanya menurut saya, benih yang digunakan merupakan benih muda dan memiliki ulat sehingga menjadi busuk." Ungkap warga setempat yang tidak ingin disebutkan namanya.


‎Lebih lanjut, dalam waktu satu Minggu pada masa awal tanam perkembangan nya bagus, namun selepas itu layu, membusuk dan mati." Terangnya.
‎selain itu, warga juga mengatakan bahwa, dari tiga bidang lahan sawah yang digunakan menurutnya tidaklah cocok untuk penanaman jenis bawang merah, terlebih area sawah yang ada di cimeruh tersebut mengandung debit air yang cukup banyak.
‎"Mereka tidak tahu lokasi, sebenarnya lahan sawah ini tidak begitu bagus untuk tanaman bawang karenanya, kandungan air yang berlebihan dari persawahan mengakibatkan pembusukan yang mengakibatkan tanaman mati." Tuturnya.
‎Disisi lain, Farid selaku direktur BUMDes setempat mengatakan telah melakukan kajian, observasi, serta melaksanakan dengan apa yang telah direncanakan.
‎"Sebelumnya kita sudah mengkaji dan melakukan observasi untuk persiapan pelaksanaan dari program tersebut." Kata Farid melalui balasan pesan singkatnya.
Menurut Farid, ‎Hal yang menyebabkan kegagalan yang terjadi pada program BUMDes untuk penanaman bawang merah tersebut, disebabkan oleh faktor cuaca dan curah hujan yang cukup tinggi.
‎"Kemarin kami sudah melakukan apa yang sudah direncanakan, namun, kondisi cuaca yang sangat ekstrem dan curah hujan yang sangat tinggi menjadi penyebab nya dan saat ini sedang kami rehabilitasi." Kilah Farid.
‎Agar setiap rupiah yang di gelontorkan dari dana desa benar-benar tersalurkan tepat guna dan tepat sasaran, kejadian ini menjadi perhatian akan pentingnya pengetahuan, serta kajian mendalam sebelum pelaksanaan program guna menghindari malpraktik yang kemungkinan dapat terjadi.
‎hingga berita ini diterbitkan tim media akan terus menelusuri informasi ini dan membuka ruang hak jawab bagi seluruh pihak guna menjaga prinsip keberimbangan dan akurasi pemberitaan.

(LP/Red).