Pandeglang,- Bergulirnya program peremajaan perkebunan kelapa pada beberapa kelompoktani penerima manfaat di Kecamatan Cigeulis diduga kuat disunat oleh Korluh. Sabtu, 27 Juni 2026
Menurut pengakuan salah seorang ketua kelompoktani yang namanya minta dirahasiakan melalui pesan whatsapp dirinya menyatakan bahwa benar ada pemotongan yang dilakukan oleh Kordinator penyuluh dan besaran pemotongannya hampir 50%.
Seperti yang disampaikannya via whatsapp dengan bahasa daerah ; "Kitu doang,
Yoyot kuduna menang 10 juta ja d bere 5 juta.
Komar kuduna 6 juta di cokot 3 juta". Yang artinya begitu aja sih, Yoyot harusnya dapat 10 juga dikasihnya cuma 5 juta dan komar yang seharusnya dapat 6 juga hanya dikasih 3 juta". Ungkapnya
Terkait dugaan pemotomgan tersebut awak media meminta klarifikasi dari Korluh Cigeuis, Hikmah mengatakan; "Mangga ke bpp aja pa biar lebih jelas, Dri bpp jga akan hadirkan polsek setempat" ujarnya
Jawaban dari korluh yang demikian, menguatkan adanya dugaan terjadinya pemotongan, dan menyiratkan ada dugaan kerjasama dengan oknum APH setempat.
Entus Mujani Sekjen DPP Badak Banten Perjuangan mengatakan, Dengan pernyataan Korluh yang seperti itu menyiratkan adanya dugaan campur tangan Aparat penegak hukum lokal, tapi justru bagi saya malah lebih tertantang untuk membuka kasus ini sampai tuntas. Bahkan saya akan melaporkannya ke APH yang berada ditingkat yang lebih tinggi bila baketnya sudah sudah terkumpul.
"Saya sudah menyuruh pengurus DPC Badak Banten Perjuangan Kab. Pandeglang untuk membuat tim investigasi lapangan khusus menyikapi kasus tersebut di Cigeulis. Setelah lengkap Baketnya, kami akan buat Lapdu ke APH di tingkat Kabupaten atau di tingkat Provinsi". Pungkasnya //Red

0 Komentar