Breaking News

SPPG Sindanglaya 2 Bergerak Cepat Benahi Dapur Saat Operasional MBG di Pandeglang Dihentikan Sementara


PANDEGLANG | literasipublik.id
Penghentian sementara operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Pandeglang selama masa libur sekolah dimanfaatkan oleh Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sindanglaya 2, Kecamatan Pagelaran, untuk melakukan berbagai pembenahan fasilitas dan penguatan standar operasional.

Kebijakan penghentian sementara tersebut merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Badan Gizi Nasional (BGN) Nomor 12 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Operasional Program Makan Bergizi Gratis selama periode libur sekolah. Seluruh dapur MBG atau SPPG di Kabupaten Pandeglang menghentikan aktivitas produksi dan distribusi makanan kepada para siswa hingga kegiatan belajar mengajar kembali berlangsung.

Di tengah jeda operasional tersebut, manajemen SPPG Sindanglaya 2 justru bergerak cepat melakukan evaluasi dan perbaikan di berbagai sektor. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk komitmen untuk meningkatkan kualitas pelayanan serta memastikan kesiapan dapur saat program kembali berjalan.

Manajemen SPPG Sindanglaya 2, Iin Muhlisin, mengatakan bahwa masa penghentian sementara operasional merupakan momentum yang tepat untuk melakukan pembenahan secara menyeluruh, baik dari sisi fasilitas, sanitasi, maupun sistem kerja.

"Libur sekolah bukan berarti kami berhenti bekerja. Justru ini menjadi kesempatan untuk memperbaiki berbagai hal yang perlu ditingkatkan agar pelayanan kepada para siswa nantinya semakin baik dan sesuai standar yang ditetapkan pemerintah," ujar Iin Muhlisin, Rabu (24/6/2026).

Menurutnya, salah satu fokus utama pembenahan adalah renovasi tata letak area produksi makanan. Penataan ulang dilakukan guna menciptakan alur kerja yang lebih efektif dan higienis sesuai konsep dapur sehat yang menjadi pedoman dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.

Perbaikan tata ruang tersebut diharapkan mampu mendukung kelancaran proses produksi, mulai dari penerimaan bahan baku, pengolahan, pengemasan hingga pendistribusian makanan. Selain meningkatkan efisiensi kerja, langkah itu juga bertujuan meminimalkan risiko kontaminasi silang sehingga kualitas makanan tetap terjaga.

Tidak hanya melakukan renovasi fisik, manajemen juga melakukan optimalisasi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) mandiri sebagai bagian dari penguatan sistem sanitasi. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan pengelolaan limbah dapur berjalan sesuai ketentuan dan tidak menimbulkan dampak terhadap lingkungan sekitar.

"Kebersihan dan sanitasi menjadi perhatian utama kami. Dapur yang sehat harus didukung oleh sistem pengelolaan limbah yang baik sehingga seluruh aktivitas operasional dapat berjalan secara aman dan bertanggung jawab," jelasnya.

Sebagai bagian dari peningkatan fasilitas, SPPG Sindanglaya 2 juga melakukan pemasangan pendingin ruangan (AC) pada beberapa area kerja. Fasilitas tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan kerja yang lebih nyaman sekaligus membantu menjaga kualitas bahan pangan yang digunakan dalam proses produksi.

Selain itu, sejumlah peralatan baru juga mulai disiapkan sesuai petunjuk teknis yang berlaku. Di antaranya mesin pengupas telur, penambahan meja berbahan stainless steel, serta mesin pencetak stiker yang akan digunakan untuk mendukung administrasi dan sistem pelabelan produk makanan.

Pengadaan peralatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam setiap tahapan produksi.

Iin menegaskan bahwa kualitas Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya ditentukan oleh kandungan gizi dalam makanan yang disajikan, tetapi juga oleh kualitas sistem yang mendukung proses produksi makanan tersebut.

Karena itu, pihaknya terus melakukan evaluasi secara berkala guna memastikan seluruh proses berjalan sesuai standar keamanan pangan, kebersihan, dan ketentuan yang telah ditetapkan oleh pemerintah melalui Badan Gizi Nasional.

"Kami ingin memastikan bahwa saat program kembali berjalan, seluruh fasilitas sudah siap dan pelayanan yang diberikan kepada siswa dapat berlangsung lebih optimal. Makanan yang disajikan harus bergizi, aman, bersih, dan diproduksi melalui sistem yang profesional," katanya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa seluruh hasil evaluasi selama operasional sebelumnya menjadi bahan perbaikan untuk meningkatkan kualitas pelayanan pada periode berikutnya. Menurutnya, proses pembenahan yang dilakukan saat ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis.

Langkah cepat yang dilakukan SPPG Sindanglaya 2 mendapat perhatian karena menunjukkan keseriusan pengelola dalam menjaga kualitas pelaksanaan program prioritas nasional tersebut. Di tengah penghentian sementara operasional, manajemen memilih fokus pada peningkatan kualitas layanan agar manfaat program dapat dirasakan secara maksimal oleh para siswa ketika kegiatan sekolah kembali aktif.

Dengan renovasi infrastruktur, penguatan sanitasi, peningkatan fasilitas kerja, serta pengadaan peralatan pendukung yang lebih modern, SPPG Sindanglaya 2 optimistis dapat memberikan pelayanan yang lebih prima, profesional, dan akuntabel saat Program Makan Bergizi Gratis kembali bergulir di Kabupaten Pandeglang.

Melalui langkah pembenahan tersebut, SPPG Sindanglaya 2 berharap dapat turut mendukung terwujudnya tujuan pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia sekaligus menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.

(LP/Saepul Anwar).

0 Komentar


Redaksi Media literasipublik

Redaksi Media literasipublik

Logo LP Versi 2024

Logo LP Versi 2024

Type and hit Enter to search

Close