Pandeglang, Banten — Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Angsana menjadi sorotan. Sejumlah aktivis mempertanyakan pengelolaan limbah serta kualitas dan porsi menu makanan yang disalurkan kepada penerima manfaat.
Sorotan tersebut mencuat setelah adanya informasi dan temuan lapangan yang dinilai perlu mendapat perhatian serius dari pihak terkait. Pengelolaan limbah menjadi salah satu aspek yang dipertanyakan karena menyangkut kebersihan lingkungan serta standar pengelolaan operasional SPPG.
Selain persoalan limbah, kualitas dan porsi menu MBG juga menjadi perhatian. Aktivis meminta agar menu yang diberikan kepada penerima manfaat benar-benar memenuhi ketentuan program, baik dari sisi kecukupan, kualitas bahan makanan, kebersihan, maupun nilai gizinya.
Atas persoalan tersebut, aktivis mendesak Badan Gizi Nasional (BGN) bersama instansi terkait melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap operasional SPPG Angsana. Evaluasi dinilai penting untuk memastikan program MBG berjalan sesuai standar dan tujuan yang telah ditetapkan pemerintah.
“Jangan sampai persoalan teknis di lapangan justru mengganggu tujuan utama program MBG. Karena itu, perlu ada pemeriksaan dan evaluasi secara terbuka,” ujar salah seorang aktivis.
Aktivis juga meminta agar pemeriksaan tidak hanya dilakukan secara administratif, tetapi jika diperlukan turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi pengelolaan limbah, proses pengolahan makanan, kebersihan dapur, hingga kesesuaian menu dan porsi yang diberikan kepada penerima manfaat.
Meski demikian, berbagai sorotan tersebut masih berupa dugaan dan masukan dari pihak yang menyampaikan informasi. Karena itu, diperlukan klarifikasi serta pemeriksaan dari pihak berwenang untuk memastikan apakah terdapat pelanggaran terhadap standar operasional yang berlaku.
Pihak pengelola SPPG Angsana maupun BGN diharapkan memberikan penjelasan secara terbuka terkait persoalan tersebut. Hak jawab dan klarifikasi dari pihak yang menjadi sorotan tetap menjadi bagian penting dalam pemberitaan yang berimbang.
Publik pun berharap program MBG dapat dilaksanakan secara transparan, higienis, dan sesuai standar, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat serta tidak menimbulkan persoalan baru di lapangan.
( L.P/Red )

0 Komentar