Proyek pembangunan senilai miliaran rupiah di kawasan Alun-alun Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, Banten, menuai sorotan tajam dari masyarakat dan aktivis setelah sejumlah kerusakan ditemukan meski baru selesai dikerjakan.
Ketua Aktivis Independen, TB Tobi, menilai hasil pekerjaan tersebut jauh dari kata maksimal. Menurutnya, kualitas pembangunan patut dipertanyakan karena banyak bagian sudah mengalami kerusakan dalam waktu sangat singkat.
Berdasarkan hasil pantauan awak media bersama rekan, beberapa bagian infrastruktur tampak retak dan mengelupas. Selain itu, pemasangan paving block terlihat tidak rapi. Rumput yang tumbuh di sela-sela paving turut menguatkan dugaan bahwa proses pemadatan dasar tidak dikerjakan dengan baik.
Tidak hanya area paving, pembangunan lapangan voli yang juga baru rampung ikut menjadi sorotan. Sebagian permukaan lapangan tampak mengelupas sehingga menimbulkan tanda tanya terkait kualitas pekerjaan kontraktor pelaksana.
TB Tobi menyampaikan bahwa pihaknya akan melakukan aksi dan mendesak Dinas Perkim untuk turun tangan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap proyek tersebut.
Di lokasi yang sama, seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kekecewaannya atas kondisi pembangunan tersebut.
“Kami kecewa dengan pembangunan yang terkesan asal-asalan. Hasilnya seperti ini, padahal ini fasilitas umum yang seharusnya bisa kami manfaatkan dengan baik." Ujarnya kepada media.
Warga berharap pemerintah daerah segera melakukan evaluasi dan pemeriksaan menyeluruh, termasuk mengaudit pihak kontraktor yang memenangkan tender, guna memastikan pekerjaan sesuai spesifikasi dan standar kualitas yang telah ditentukan.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak kontraktor maupun pelaksana proyek belum memberikan klarifikasi resmi terkait kondisi di lapangan maupun keluhan masyarakat.
(LP/Saepul. A)

Social Footer